Tentang Kami

Kami pernah di posisi kamu. Makanya kami bangun ini, supaya kamu nggak sendirian.

Satu Tuju menghubungkan pelajar Indonesia yang sedang mengejar beasiswa dengan alumni yang sudah pernah berdiri di posisi yang sama.

Tim pendiri Satu Tuju — Venzo Zufar, Ilham Razak, Inggrita Putri

Mendaftar beasiswa luar negeri itu rumit. Banyak informasi tersebar, banyak template yang tampak meyakinkan tapi kosong, banyak orang yang tidak tahu harus mulai dari mana. Padahal yang paling kamu butuhkan justru paling sederhana: seseorang yang sudah pernah melaluinya, mau duduk denganmu satu jam, dan menjawab pertanyaan sebenarnya.

Kami membangun Satu Tuju untuk itu. Sebuah platform mentorship gratis, satu-lawan-satu, yang menghubungkan kamu dengan alumni penerima beasiswa di Cambridge, Edinburgh, Imperial, Melbourne, Sydney, Monash, Auckland, Warwick, dan TU Delft. Mentor kami bukan konsultan profesional — mereka adalah orang-orang yang baru saja melewati proses yang sedang kamu hadapi, dan masih ingat semua detailnya.

Cerita kami

Razak tumbuh di Polewali Mandar, Sulawesi Barat — daerah di mana “beasiswa luar negeri” jarang sekali diucapkan, apalagi diketahui jalannya. Dia empat kali menerima beasiswa penuh, tapi setiap kali harus mulai dari nol: mencari informasi sendiri, mengetuk pintu yang tidak selalu terbuka, menebak-nebak apa yang panel wawancara sebenarnya cari. Setelah beberapa tahun mentoring pelajar Indonesia yang sedang mengejar studi ke luar negeri, dia sadar satu hal sederhana — yang paling membantu mereka bukan template canggih atau paket mahal, tapi seseorang yang baru saja melewati proses yang sama dan mau duduk satu jam mendengarkan.

Venzo dan Inggrita berkenalan di Teknik Industri ITS dan sejak itu sudah membangun banyak hal bersama, dari Yeobo Space hingga Hangbocake. Venzo, penerima LPDP dan lulusan Master of Business di bidang entrepreneurship tahun 2025, percaya setiap orang berhak punya kesempatan sebaik-baiknya untuk berkembang. Inggrita, yang dibesarkan dengan beasiswa sejak SD hingga SMA, paham betul bagaimana satu pintu yang terbuka bisa mengubah seluruh arah hidup seseorang — dan pegangan hidupnya sederhana: sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat. Keduanya punya satu keyakinan yang sama: beasiswa jarang jatuh ke tangan yang paling pintar, lebih sering ke tangan yang paling banyak akses ke informasi dan persiapan. Di Satu Tuju, Venzo memimpin operasi sebagai COO dan Inggrita memimpin pertumbuhan sebagai CMO — meneruskan kebiasaan membangun sesuatu bersama, kali ini untuk hal yang lebih besar dari mereka berdua.

Tiga jalur yang berbeda, tapi membawa kami ke satu kesimpulan yang sama: peluang studi ke luar negeri seharusnya tidak ditentukan oleh seberapa banyak privilege yang kamu punya, tapi seberapa mau kamu berusaha untuk mencapainya.

Misi kami

Setiap pelajar Indonesia yang berhasil sekolah di luar negeri tidak hanya pulang dengan gelar — dia pulang dengan pengalaman, jaringan, dan cara berpikir baru yang ikut dirasakan orang-orang di sekitarnya. Satu orang yang sampai ke sana, kalau benar-benar pulang, bisa membuka pintu untuk lima orang berikutnya. Misi kami sederhana: memperluas siapa yang berkesempatan untuk sampai ke titik itu.

Bagaimana kami bekerja

Mentor kami

Setiap mentor di Satu Tuju adalah penerima beasiswa aktif atau alumni dari universitas global terkemuka. Mereka pernah berada di posisi yang sama denganmu — mengisi formulir LPDP, menulis ulang esai untuk kelima kalinya, gugup di depan panel wawancara — dan sekarang ingin membantu yang berikutnya melewati jalur yang sama dengan lebih mudah.

Kalau kamu sedang menyiapkan aplikasi beasiswamu, kami senang sekali bisa membantu. Daftar sekarang — gratis, dan kami akan mencocokkanmu dengan mentor yang tepat dalam beberapa hari.